Bisnis Syariah Modal Kecil

Bisnis SampinganBeberapa waktu lalu seorang teman menanyakan berapa pendapatan saya dari sebuah peluang usaha yang saya jalankan. Memang nggak banyak sih. Tapi untuk ukuran saya, 1-2 juta perminggu sebenarnya tidak kecil juga, apalagi semuanya berjalan dengan “autopilot” : hanya kerja di depan, lalu memantau transfer bonus tiap minggu. Tapi memang argumen yang ia berikan, terutama berkaitan dengan potensi bisnis yang ia paparkan, terasa juga kalau yang saat ini saya tekuni hanya sekedar uang receh.

Bisinis yang ia kemukakan adalah sebuah bisnis syariah. Disebut syariah karena ini ada hubungannya dengan naik Haji. Jadi sistem naik Haji itu kemudian di mlm-kan sehingga ketika kita menjalankannya bisa mendapatkan komisi yang lumayan. Saya pribadi nggak suka dengan bisnis MLM yang harus repot ketemu orang dan ikut presentasi ini dan itu. Saya sukanya yang serba online!

Kata teman saya itu, jalankan saja secara online. Buat website untuk promosi, nanti mereka yang bantu follow up. Saya tanya : seperti apa sih memfollow upnya? Otomatis (semacam pakai email autoresponder) atau manual by phone dan sejenisnya. Kata dia, ya yang kedua. Promosi adalah online, tapi untuk follow up harus pendekatan personal secara offline. Pertanyaan saya : seberapa kuat anda memfollow up secara offline? Bukankah enakkan pakai sistem otomatis? Dan ia menjelaskan bahwa jangan dibandingkan dengan bisnis online yang sekarang saya jalani, dimana joinnya ratusan ribu saja bisa. Bisnis syariah yang ia tawarkan ini sekali join jutaan, jadi sebenarnya nggak akan banyak yang mudah ikut. Jadi jumlahnya memang lebih sedikit, tidak seperti jualan kacang goreng, tapi sekali tembak, bisa dapat besar.

Mungkin ia benar, tapi saya terus terang masih banyak yang mengganjal. Pertama, bisnis yang sekarang saya jalankan tergolong bisnis modal kecil, jadi kecil resiko dan gampang balik modal. Sedangkan bisnis syariah yang ia tawarkan gede joinnya, kalau nggak jalan bagaimana? Rugi khan? Di samping itu, saya tidak paham produknya, terlebih saya adalah non muslim yang notabene tidak mengerti tentang produk syariah ini. Tapi alasan terakhir ini langsung dipatahkan : bahwa ia juga bukan seorang muslim.

Diapun menantang saya. Kalau bisnis ini sekedar dijadikan bisnis sampingan, maka kamu memang akan lama dapat hasilnya. Coba saja dijalankan dengan totalitas seperti yang kamu lakukan terhadap usaha yang kamu jalankan. Pasti akan lebih cepat kaya. Wow .. demikian tantangnya. Sayang ia kurang paham, kalau sebenarnya usaha online yang sekarang saya jalankanpun awalny adalah keterpaksaan, karena nggak enak diajak famili. Tapi .. jangan-jangan kalau bisnis syariah ini saya lakukan juga (karena keterpaksaan) hasilnya juga akan seperti yang ada sekarang .. Patut dipertimbangkan, atau rasanya kurang ada yang memaksa :D.

NB : gambar di atas saya ambil dari webnya si teman, katanya baru 3 bulan sudah kebeli sebuah avanza wow!


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?



Leave a Comment